Kamis, 31 Desember 2015

OPERASI DAN PEMELIHARAAN (O&P) JARINGAN IRIGASI




Pengertian Operasi (Maksud dan Tujuan)

Maksud dan tujuan operasi,  yaitu  :
Bertujuan mendaya gunakan jaringan irigasi secara optimum untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat yaitu dengan cara :
1. Menyadap air dari sumber dan mengalirkan kedalam jaringan serta memasukkan nya kedalam jaringan serta memasukkan kepetak-petak sawah.
2. Membuang sir yang berlebihan kesaluran pembuangan.
3. Mengumpulkan /mencatat data-data yang diperlukan.

Rung LingkupOperasi

Ruang lingkup operasi, yaitu:
1. Pengukuran, penguapan dan pengolahan data (debit luastanah, curahnya, kejenuhan tanah sawah, dll).
2. Kaligrafi pintu dan bangunan ukur debit.
3. Membuat rencana pembagian / air (RPA), termasuk rencana golongan rencana tatatanam (RTT) rencana pengeringan dan analisa debitan dalan dan neraca air (Water Balance).
4. Melaksanakan pembagian /pengaturan air irigasi.
5. Melaksanakan pengaturan pintu air.
6. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi.

Ada tiga tipe operasi jaringan irigasi, yaitu :
1. Operasi jaringan irigasi teknis.
2. Operasi jaringan irigasi  semi teknis.
3. Operasi jaringan irigasi sederhana.

Gambaran Umum Sistem Operasional Jaringan Irigasi, yaitu :
1. Operasi jaringan irigasi teknis cocok untuk :
a. D.I dengan luas lebih besar dari 1000 Ha.
b. Perencanaan teknis, lengkap dengan pintu pengatur dan bangunan ukur.
c. Air irigasi kecil di musim kemarau, namun direncanakan dapat mengairi seluruh petaktersier (giliran).
d. Terletak di dataran rendah.
e. P3A  kejreuen Blang telah maju dana aktif.
f. Fasilitas  O  dan  P  tersedia.
g. Program  pemeliharaan terpadu.
h. Dana O dan P cukup.

2. Operasi jaringan irigasi semi teknis cocok untuk :
a. D.I  dengan luas lebih kecil dari 1000 Ha.
b. Perencanaan jaringan teknis /hanya dilengakapi pintu pengatur.
c. Air irigasi tersedia di sumber se panjang tahun lebih besar dari pada kebutuhan irigasi.
d. Air irigasi kecil di musim kemarau, pemberian air tak dapat diberikan secara merata keseluruh D.I.
e. Terletak pada daerah yang cukup tinggi.
f. Curah hujuan cukup tinggi.

3. Operasi jaringan irigasi sederhana coco kuntuk :
a. D.I dengan luas lebih kecil dari 150 Ha.
b. Air irigasi me limpah sepanjang tahun.
c. Curah hujan cukup tinggi.

Pengertian Pemeliharaan (Maksud dan tujuan)

Maksud dan tujuan pemeliharaan, yaitu :
Bahwausaha pemeliharaan adalah usaha-usaha yang dilaksanakan secara teratur dan terus menerus untuk menjamin keselamatan dan kelestarian jaringan irigasi,  sehingga eksploitasi atas jaringan tersebut dapat tetap dijalankan dengan baik bahkan lebih ditingkatkan lagi. Terlihat bahwa usaha pemeliharaan mempunyai jangkauan yang  luas dan sangat jauh kedepan.

Ruang Lingkup Pemeliharaan

Adapun ruang lingkup dari usaha ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Perbaikan dan Penyempurnaan
2. Perawatan
3. Penelitian dan persiapan untuk pengembangan lebih lanjut atas obyek  yang  di pelihara.

Perbaikan dan Penyempurnaan
Bangunan-bangunan /jaringan irigasi yang telah selesai dibangun tidak luput dari kekurangan-kekurangan maupun kesalahan-kesalahan . Kesalahan maupun kekurangan sempurnaan ini dapat terjadi baik dalam waktu perencanaan maupun dalam waktu pelaksanaan akibat mungkin kelalaian atau kurangnya pengetahuan siperencana atau pengalaman sipelaksana atau kekurangan lain adalah kurang lengkapnya  data-data penelitian dan lain-lain dan mungkin juga akibat kesengajaan siperencanaatan si pelaksana.

Penelitian dan persiapan untuk mengembangkan lebih lanjut.
Usaha ini terutama didorong oleh rasa tidak puas manusia dan keinginan untuk lebih maju,  ddan keadaan lebih baik, serta untuk memenuhi tuntutan perkembangan dan kemajuan tehnik dan teknologi,  baik pada bidang pengairan maupun pada bidang pertanian.
Untu kitu perlu dilakukan observasi dan evaluasi atas keadaan-keadaan yang berjalan serta pengumpulan data-data dasar dan data-data penunjang untuk merumuskan peningkata ndan pengembangan lebih lanjut atas jaringan  yang telah ada.

Pemeliharaan Rutin, Berkala, Khusus
Jenispekerjaanpemeliharaan
Dari sifatpekerjaannya, pekerjapemeliharaandapatdibeda-bedakansebagaiberikut :
1. Pemeliharaan – rutin.
2. Pemeliharaan – periodik.
3. Perbaikan–perbaikandaruratakibatkerusakanolehbencanaalam.
4. Perbaikan/Penyempurnaan.

Pemeliharanrutin
Yang dimaksud adalah pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan dari hari-kehari secara terus menerus. Pekerjaan yang tergolong disini antara lain ialah sebagai berikut :
1. Pembersihan saluran-saluran dari kotoran-kotoran dan sampah-sampah yang hanyut dalam saluran.
2. Penutupanl ubang-lubang pada tanggul-tanggul dan tebing-tebing saluran yang diakibat kan oleh tikus, ketam, dan lain-lain.
3. Pembabatan rumput-rumput pada tanggul-tanggul dan tebing-tebing saluran.
4. Perbaikan longsoran-longsoran kecil yang terjadi pada tebing-tebing/lereng-lereng saluran.
5. Pembersihan kotoran-kotoran sampah-sampah dan kotoran lain-lain pada pintu air.
6. Pembersihan endapan-endapan pada bangunan-bangunan ukur
7. Dan lain-lain.

Mengingat sifat pekerjaan yang secara terus menerus harus dilakukan dari hari kehari, maka pekerjaan pemeliharaan yang tergolong dalam pemiliharaan rutin ini seyokyanya dilaksanakan sendir ioleh cabang dinas pengairan dengan mempergunakan tenaga-tenaga organik dan tenaga harian tetap.
http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/03/operasi-dan-pemeliharaan-o-jaringan.html

PENGUKURAN DEBIT ALIRAN

Deskripsi Singkat

Debit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang terjadi di lapangan. Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumberdaya air di suatu wilayah DAS. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumberday aair permukaan yang ada.

Relevansi

Bagian ini memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang berbagai metode dan teknik pengukuran debit aliran dengan berbagai peralatan yang diperlukan. Pemahaman mahasiswa terhadap metode pengukuran debit aliran bisa dijadikan bekal untuk melakukan pengukuran-pengukuran potensi air permukaan yang dapat bermanfaat dalam pengelolaan sumberdaya air.

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti kuliah pada bagian ini mahasiswa diharapkan mengerti dan memahami berbagai metode pengukuran debit aliran. Harapannya dengan mengetahui metode pengukuran debit, mahasiswa dapat menganalisa dan mendesain pengelolaan sumberdaya air suatu kawasan yang memiliki tujuan-tujuan tertentu misalnya untuk penyediaan sumberdaya air kawasan.
Pengukuran Kecepatan Arus Sungai
Perlu diingat bahwa distribusi kecepatan aliran di dalam alur tidak sama arah horisontal maupun arah vertikal. Dengan kata lain kecepatan aliran pada tepi alur tidak sama dengan tengah alur, dan kecepatan aliran dekat permukaan air tidak sama dengan kecepatan pada dasar alur.
distribusi-kec-aliran.jpg
Distribusi Kecepatan Aliran
A : teoritis
B : dasar saluran kasar dan banyak tumbuhan
C : gangguan permukaan (sampah)
D : aliran cepat, aliran turbulen pada dasar
E : aliran lambat, dasar saluran halus
F : dasar saluran kasar/berbatu

Ada beberapa metode pengukuran debit aliran sungai yaitu :

  • Area-velocity method
  • Tracer method
  • Slope area method
  • Weir dan flume
  • Volumetric methodArea

Velocity Method

Pada prinsipnya adalah pengukuran luas penampang basah dan kecepatan aliran. Penampang basah (A) diperoleh dengan pengukuran lebar permukaan air dan pengukuran kedalaman dengan tongkat pengukur atau kabel pengukur. Kecepatan aliran dapat diukur dengan metode : metode current-meter dan metode apung.
Current meter adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran (kecepatan arus). Ada dua tipe current meter yaitu tipe baling-baling (proppeler type) dan tipe canting (cup type). Oleh karena distribusi kecepatan aliran di sungai tidak sama baik arah vertikal maupun horisontal, maka pengukuran kecepatan aliran dengan alat ini tidak cukup pada satu titik. Debit aliran sungai dapat diukur dengan beberapa metode. Tidak semua metode pengukuran debit cocok digunakan. Pemilihan metode tergantung pada kondisi (jenis sungai, tingkat turbulensi aliran) dan tingkat ketelitian yang akan dicapai.

Pengukuran Debit dengan Cara Apung (Float Area Methode)

Jenis-jenis pelampung dapat dilihat pada Gambar 30.
Prinsip :
  • kecepatan aliran (V) ditetapkan berdasarkan kecepatan pelampung (U)
  • luas penampang (A) ditetapkan berdasarkan pengukuran lebar saluran (L) dan kedalaman saluran (D)
  • debit sungai (Q) = A x V atau A = A x k dimana k adalah konstanta
Q = A x k x U 
Q = debit (m3/det)
U = kecepatan pelampung (m/det)
A = luas penampang basah sungai (m2)
k = koefisien pelampung
jenis2pelampung.jpg
Pengukuran Debit dengan Current-meter
Prinsip :
  • kecepatan diukur dengan current meter
  • luas penampang basah ditetapkan berdasarkan pengukuran kedalaman air dan lebar permukaan air. Kedalaman dapat diukur dengan mistar pengukur, kabel atau tali.
Pengukuran :
Ada 4 cara pengukuran kecepatan aliran yang disajikan dalam Tabel berikut :
Cara Pengukuran Kecepatan Aliran
Keterangan :
tabel.jpg
Vs di ukur 0,3 m dari permukaan air
Vb di ukur 0,3 m di atas dasar sungai
Kecepatan aliran dihitung berdasarkan jumlah putaran baling-baling per waktu putarannya (N = putaran/dt). Kecepatan aliran V = aN + b dimana a dan b adalah nilai kalibrasi alat current meter. Hitung jumlah putaran dan waktu putaran baling-baling (dengan stopwatch).

Pengukuran Debit dengan Metode Kontinyu

Current meter diturunkan kedalam aliran air dengan kecepatan penurunan yang konstant dari permukaan dan setelah mencapai dasar sungai diangkat lagi ke atas dengan kecepatan yang sama.
Pengukuran Debit dengan Metode Kontinyu
Current meter diturunkan kedalam aliran air dengan kecepatan penurunan yang konstant dari permukaan dan setelah mencapai dasar sungai diangkat lagi ke atas dengan kecepatan yang sama.
menghitung-luas-seksi-dengan-mean-section.jpg
menghitung-luas-seksi-dengan-mid-section.jpg

RUMUS DEBIT AIR

Debit air dapat di hitung dengan rumus:
Q= A x V
Keterangan:
V = volume air (m3)
A = luas penampang
Q = debit air (m3/s)
Leonard euler (1707-1783) menyatakan bahwa fluida sebagai medan rapat massa dan medan vector kecepatan. Tiap besaran yang dipergunakan untuk menyatakan keadaan fluida akan mempunyai nilai tertentu pada tiap titik dalam ruang dan pada tiap saat.

Jumat, 25 Desember 2015

Seputar Pengertian Irigasi, Tujuan Dan Fungsinya.

 Sejak jaman dahulu manusia sudah memulai untuk memakai dan mengembangkan sistem irigasi. Agar dapat mempermudah dalam pengairan lahan pertanian ataupun perkebunan. Apalagi didukung dengan dekatnya wilayah yang kaya akan air atau daerah yang beriklim dengan curah hujan yang tinggi.

Irigasi adalah suatu sistem untuk mengairi suatu lahan dengan cara membendung sumber air. Atau dalam pengertian lain irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Dikutip dari Wikipedia.com.
Jenis – jenis Irigasi

1.       Irigasi Permukaan adalah pengaliran air di atas permukaan dengan ketinggian air sekitar 10 - 15 cm di atas permukaan tanah. Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas (free intake) kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Prosesnya adalah gravitasi, tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu.
2.       Irigasi Lokal  adalah ini air distribusikan dengan cara pipanisasi. Di sini juga berlaku gravitasi, di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara lokal.
3.       Irigasi dengan Penyemprotan. adalah irigasi yang biasanya Penyemprotan dipakai penyemprot air atau sprinkle. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.
4.       Irigasi Tradisional dengan Ember. Di sini diperlukan tenaga kerja secara perorangan yang banyak sekali. Di samping itu juga pemborosan tenaga kerja yang harus menenteng ember.
5.       Irigasi Pompa Air Air diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah.
6.       Irigasi Tanah Kering dengan Terasisasi Di Afrika yang kering dipakai sistem ini, terasisasi dipakai untuk distribusi air. Ada beberapa sistem irigasi untuk tanah kering, yaitu: irigasi tetes (drip irrigation), irigasi curah (sprinkler irrigation), irigasi saluran terbuka (open ditch irrigation), dan irigasi bawah permukaan (subsurface irrigation).
Tujuan Irigasi
Selain untuk mengairi sawah atau lahan pertanian, irigasi juga memiliki tujuan lain, yaitu :

1.       Memupuk atau merabuk tanah,  Air sungai juga memiliki zat – zat yang baik untuk tanaman
2.       Membilas air kotor, Biasanya ini didapat di perkotaan. Saluran – saluran di daerah perkotaan banyak sekali terdapat kotoran yang akan mengendap apabila dibiarkan, sehingga perlu dilakukan pembilasan.
3.       Kultamase ini hanya dapat dilakukan bila air yang mengalir banyak mengandung mineral, material kasar. Karena material ini akan mengendap bila kecepatan air tidak mencukupi untuk memindahkan material tersebut.
4.       Memberantas hama, Gangguan hama pada tanaman seperti sudep, tikus, wereng dan ulat dapat diberantas dengan cara menggenangi permukaan tanah tersebut dengan air sampai batas tertentu.
5.       Mengatur suhu tanah, Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah terlalu tinggi dan tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah dapat disesuaikan dengan cara mengalirkan air yang bertujuan merendahkan suhu tanah.
6.       Membersihkan tanah, Membersihkan tanah, dilakukan pada tanah yang tidak subur akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha misalnya penggenangan air di sawah untuk melarutkan unsur-unsur berbahaya tersebut kemudian air genangan dialirkan ketempat pembuangan.
7.       Mempertinggi permukaan air tanah. Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya dengan perembesan melalui dinding-dinding saluran, permukaan air tanah dapat dipertinggi dan memungkinkan tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar meskipun permukaan tanah tidak dibasahi.
Fungsi Irigasi

1.       Memasok kebutuhan air tanaman
2.       Menjamin ketersediaan air apabila terjadi betatan
3.       Menurunkan suhu tanah
4.       Mengurangi kerusakan akibat frost
5.       Melunakkan lapis keras pada saat pengolahan tanah


Jumat, 18 Desember 2015

DATA INVENTARISASI BENDUNG


No Nama Bendung Lokasi Keterangan
Desa Kecamatan
1 2 3 4 5
1 Cikadongdong 4 Kumbung Rajagaluh  
2 Cikarikil Sindangpano Rajagaluh  
3 Ciwaringin 9 Leuwilaja Sindangwangi  
4 Cikondang Sindanghaji Palasah Bendung Utama
5 Curug Enggalwangi Palasah  
6 Cibayawak Majasari Ligung  
7 Bongas Bongas Sumberjaya  
8 Cikamangi Sadomas Rajagaluh Bendung Utama
9 Ciwaringin 4 Babakan Kareo Rajagaluh  
10 Cijejeng 1 Jeruk Leueut Sindangwangi  
11 Cijejeng 2 Leuwilaja Sindangwangi  
12 Cijejeng 3 Leuwilaja Sindangwangi  
13 Cijejeng 4 Leuwilaja Sindangwangi  
14 Cijejeng 5 Mindi Leuwimunding  

Jumat, 04 Desember 2015

WADUK JATIGEDE

Waduk Jatigede merupakan sebuah waduk yang sedang dibangun di Kabupaten Sumedang.[1] Pembangunan waduk ini telah lama direncanakan dan proses pembangunannya masih berlangsung hingga kini. Waduk ini dibangun dengan membendung aliranSungai Cimanuk di wilayah Kecamatan JatigedeKabupaten Sumedang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dan waduk Jatigede merupakan waduk utama dan yang paling besar. Namun, pembangunan ketiga waduk itu mendapatkan tentangan dari masyarakat sekitar, sehingga pembangunannya pun dibatalkan. Baru pada tahun 1990-an, rencana pembangunan waduk Jatigede kembali menghangat. Langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah merelokasi masyarakat yang tinggal di wilayah calon genangan. Relokasi pertama dilakukan pada tahun 1982.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Seperti waduk lainnya, Waduk Jatigede pun memiliki fungsi. Goldsmith menyatakan bahwa fungsi utama dari sebuah waduk adalah untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.[butuh rujukan] Di samping kedua fungsi utama tadi, waduk pun berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Untuk Waduk Jatigede, fungsi utamanya adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air. Waduk Jatigede dibangun dengan cara membendung aliran Sungai Cimanuk. Pembendungan ini mengakibatkan aliran air terhalang, sehingga air terakumulasi dalam sebuah kolam yang besar. Air yang terkumpul dalam bendungan tersebut digunakan sebagai cadangan air tawar untuk mengairi areal pertanian di wilayah MajalengkaIndramayu, dan Cirebon. Selain berfungsi sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede pun berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air. Saat ini, di wilayah itu terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Parakan Kondang. Dengan dibangunnya Waduk Jatigede, kapasitas pembangkit listrik tenaga air tersebut dapat ditingkatkan

Minggu, 15 November 2015

Bangunan Bendung

Bangunan Bendung
Bendung adalah bangunan yang berfungsi untuk membelokkan arah aliran sungai dan meninggikan muka air
agar dapat mencapai muka sawah tertinggi di dasar pengairan tersebut.
Karena sungai itu mempunyai sifat-sifat yang berbeda dan kondisi tanahnya, maka bangunan bendung
dapat dibuat dengan beberapa tipe. Hal-hal yang diperhatikan adalah tanggul untuk menjaga peluapan
sungai bila terjadi banjir. Jika miring medan besar, maka tanggul tidak perlu panjang. Tetapi bila miring
medan kecil maka harus panjang, yang berakibat memerlukan biaya yang mahal. Ada tiga tipe bendung,
yaitu:
1)        Bendung tetap
2)        Bendung bergerak
3)        Bendung dengan saringan
Ada tiga bagian bendung, yaitu:
1)        Bendung dengan kolam olak
2)        Lobang/bendung penguras
3)        Bangunan penguras

Bendung Tetap
Bendung tetap adalah suatu bangunan peninggi muka air yang terdapat di sungai. Jenis ini selain
meninggikan muka air, juga melemparkan air banjir kehulu suatu bendungan, biasanya dilengkapi dengan
pintu pembilas yang berfungsi untuk membuang endapan di depan pintu pengambilan (intake storage).
Beberapa syarat yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1)        Bendung harus stabil terhadap guling, geser maupun perlokasi
2)        Cukup lebar sehingga waktu banjir tidak membahayakan sekelilingnya
3)        Lebar pintu pembilas 1/5 sampai dengan 1/10 lebar bending
4)        Untuk sungai yang membawa batu, sisi belakang dibuat tegak untuk menghindari gesekan batu.
5)    Pintu pengambilan dan pintu pembilas harus direncanakan transmisinya sehingga pengoperasiannya mudah.
Ada beberapa macam bendung tetap yang perlu diketahui, yaitu:
1)   Bendung buatan penduduk: Bendung jenis ini biasanya sangat sederhana, dan tidak tahan lama. Bendung ini dibuat dari bahan-bahan yang ada disekitar tempat tersebut, dan sering kali hanya bermanfaat pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan akan hancur.   
2)       Bendung permanent: Untuk bendung permanent yang lebih kokoh, banyak terdapat di pulau jawa, dan pada umumnya dibangun oleh pemerintah, karena bendung-bendung ini kanstruksinya sukar, dan memerlukan biaya yang mahal. Beberapa diantaranya adalah warisan dari pemerintah Belanda, ban berusia sangat tua.  
3)     Bendung tumpah dengan loncatan: Bendung ini bermanfaat pada daerah kemiringan yang besar. Ciri-ciri bendung ini adalah, airnya mengalir melalui dinding miring dengan kecepatan yang tinggi dan kemudian (karena bidang tumpah membelok vertical kebawah dengan tiba-tiba) Meloncat horizontal atau bahkan sedikit keatas untuk akhirnya jatuh ketanah agak jauh dari kaki bendung.
4)     Bendung dari beton bertulang: Keistimewaan dari bendung tipe ini adalah di belakang tubuh bendung dibuat lubang-lubang di antara sekat-sekat pelat beton, hal ini dibuat agar air dapat masuk kedalam tubuh bendung untuk menjaga stabilitas bendung.

Bangunan Bendung Tetap

Bendung Bergerak

Bendung bergerak kebanyakan dibuat di sungai-sungai bagian hilir, dimana pembendungan air sungai
sewaktu banjir tidak diperhatikan, berhubung meluapnya air di daerah ini kebanyakan lebih sedikit tinggi
daripada permukaan tertinggi sungai. Secara singkat kita dapat mengatakan bahwa bendung bergerak
adalah bangunan peninggi muka air yang dapat digerakkan konstruksinya, terdiri dari pintu-pintu yang lebar
dan alat-alat pengangkut yang dapat membuka dan menutup dengan perantara roda.

Contoh Denah Bendung

Hasil gambar untuk denah gambar bangunan bendungHasil gambar untuk denah gambar bangunan bendung