Minggu, 15 November 2015

Bangunan Bendung

Bangunan Bendung
Bendung adalah bangunan yang berfungsi untuk membelokkan arah aliran sungai dan meninggikan muka air
agar dapat mencapai muka sawah tertinggi di dasar pengairan tersebut.
Karena sungai itu mempunyai sifat-sifat yang berbeda dan kondisi tanahnya, maka bangunan bendung
dapat dibuat dengan beberapa tipe. Hal-hal yang diperhatikan adalah tanggul untuk menjaga peluapan
sungai bila terjadi banjir. Jika miring medan besar, maka tanggul tidak perlu panjang. Tetapi bila miring
medan kecil maka harus panjang, yang berakibat memerlukan biaya yang mahal. Ada tiga tipe bendung,
yaitu:
1)        Bendung tetap
2)        Bendung bergerak
3)        Bendung dengan saringan
Ada tiga bagian bendung, yaitu:
1)        Bendung dengan kolam olak
2)        Lobang/bendung penguras
3)        Bangunan penguras

Bendung Tetap
Bendung tetap adalah suatu bangunan peninggi muka air yang terdapat di sungai. Jenis ini selain
meninggikan muka air, juga melemparkan air banjir kehulu suatu bendungan, biasanya dilengkapi dengan
pintu pembilas yang berfungsi untuk membuang endapan di depan pintu pengambilan (intake storage).
Beberapa syarat yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1)        Bendung harus stabil terhadap guling, geser maupun perlokasi
2)        Cukup lebar sehingga waktu banjir tidak membahayakan sekelilingnya
3)        Lebar pintu pembilas 1/5 sampai dengan 1/10 lebar bending
4)        Untuk sungai yang membawa batu, sisi belakang dibuat tegak untuk menghindari gesekan batu.
5)    Pintu pengambilan dan pintu pembilas harus direncanakan transmisinya sehingga pengoperasiannya mudah.
Ada beberapa macam bendung tetap yang perlu diketahui, yaitu:
1)   Bendung buatan penduduk: Bendung jenis ini biasanya sangat sederhana, dan tidak tahan lama. Bendung ini dibuat dari bahan-bahan yang ada disekitar tempat tersebut, dan sering kali hanya bermanfaat pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan akan hancur.   
2)       Bendung permanent: Untuk bendung permanent yang lebih kokoh, banyak terdapat di pulau jawa, dan pada umumnya dibangun oleh pemerintah, karena bendung-bendung ini kanstruksinya sukar, dan memerlukan biaya yang mahal. Beberapa diantaranya adalah warisan dari pemerintah Belanda, ban berusia sangat tua.  
3)     Bendung tumpah dengan loncatan: Bendung ini bermanfaat pada daerah kemiringan yang besar. Ciri-ciri bendung ini adalah, airnya mengalir melalui dinding miring dengan kecepatan yang tinggi dan kemudian (karena bidang tumpah membelok vertical kebawah dengan tiba-tiba) Meloncat horizontal atau bahkan sedikit keatas untuk akhirnya jatuh ketanah agak jauh dari kaki bendung.
4)     Bendung dari beton bertulang: Keistimewaan dari bendung tipe ini adalah di belakang tubuh bendung dibuat lubang-lubang di antara sekat-sekat pelat beton, hal ini dibuat agar air dapat masuk kedalam tubuh bendung untuk menjaga stabilitas bendung.

Bangunan Bendung Tetap

Bendung Bergerak

Bendung bergerak kebanyakan dibuat di sungai-sungai bagian hilir, dimana pembendungan air sungai
sewaktu banjir tidak diperhatikan, berhubung meluapnya air di daerah ini kebanyakan lebih sedikit tinggi
daripada permukaan tertinggi sungai. Secara singkat kita dapat mengatakan bahwa bendung bergerak
adalah bangunan peninggi muka air yang dapat digerakkan konstruksinya, terdiri dari pintu-pintu yang lebar
dan alat-alat pengangkut yang dapat membuka dan menutup dengan perantara roda.

Contoh Denah Bendung

Hasil gambar untuk denah gambar bangunan bendungHasil gambar untuk denah gambar bangunan bendung

Jumat, 13 November 2015

DESA SINDANGHAJI

Hasil gambar untuk sindanghaji palasah majalengka

Sindanghaji, Palasah, Majalengka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sindanghaji
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenMajalengka
KecamatanPalasah
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-
Sindanghaji adalah desa di kecamatan PalasahMajalengkaJawa BaratIndonesiaKode Pos 45475
Berbatasan dengan desa : sebelah timur dengan Desa Patuanan, barat dengan Desa Tarikolot, selatan Parakan, Utara dengan Enggalwangi

Kamis, 12 November 2015



Petugas Operasi Bendung


·         Operasi
Ø  Melaksanakan pengaturan pintu penguras bendung terhadap banjir yang datang
Ø  Melaksanakan pengurasan kantong lumpur
Ø  Membuka/menutup pintu pengambilan utama, sesuai debit dan jadwal yang direncanakan
Ø  Mencatat besarnya debit yang mengalir atau masuk ke saluran induk pada blanko operasi
Ø  Mencatat elevasi muka air banjir
·         Pemeliharaan
Ø  Melaksanakan pengurasan kantong lumpur
Ø  Memberi minyak pelumas pada pintu-pintu air
Ø  Melaksanakan pengecatan pintu dan rumah pintu secara periodik
Ø  Mencatat kerusakan bangunan dan pintu air pada blanko pemeliharaan

Ø  Membersihkan semak belukar di sekitar bendung

Rabu, 11 November 2015

UPTD PSDA RAJAGALUH

     I.            DATA TEKNIS
a.       Sumber Daya Air
Air memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia salah satu contoh peranan penting yaitu untuk irigasi pertanian. Oleh karena itu pengeloaannya harus dilakukan dengan baik. Jenis-jenis sumber daya air yang terdapat pada Wilayah UPTD Rajagaluh :
1)      Mata Air
:
32 buah
2)      Situ / Embung
:
3 buah (Talaga Herang, Janawi, Cikuda)

b.      Jaringan Irigasi
Dalam rangka keberhasilan dan keberlanjutan untuk irigasi pertanian, jaringan irigasi merupakan sarana yang sangat penting didalamnya oleh karena itu pengelolaannya lebih fokus dan terperinci. Pengelolaan jaringan irigasi didasarkan atas luas Daerah Irigasi (D.I) yang terairi terbagi menjadi tiga (Peraturan pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang irigasi) :
a.       Areal < 1.000 ha pengelolaannya dilakukan oleh Kabupaten
b.      Areal 1.000 – 3.000 ha pengelolaannya dilakukan oleh Provinsi
c.       Areal > 3.000 ha pengelolaannya dilakukan oleh Pusat
Berikut adalah data teknis jaringan irigasi yang terdapat pada Wilayah UPTD Rajagaluh :
1.      Luas Daerah Irigasi keseluruhan : 3565 ha (3525 + 40)
2.      Areal Tadah Hujan : 40 ha
3.      Terdapat dua kewenangan pengelolaan Daerah Irigasi yaitu : Irigasi Pedesaan dan Kabupaten
4.      Daerah Irigasi Provinsi : 1 buah (D.I Cikamangi)
5.      Daerah Irigasi Kabupaten : 38 buah (tersebar)
6.       Saluran Induk : 2 buah (D.I Cikamangi, D.I Cikondang)
7.      Saluran Sekunder : 3 buah (Saluran Ciwayang, Saluran Palasah, Saluran Ireng)
8.      Bangunan Bendung utama : 3 buah (Bd. Cikamangi, Bd. Cikondang, Bd. Cijejeng)
9.      Bangunan Sadap : 75 buah
10.  Bangunan Bagi : 1 buah (BKd. 4)
11.  Rumah Dinas : 5 buah
12.  Stasiun Curah Hujan : 1 buah Nomor 48 berada pada 532 Mdpl di Desa Payung Kec. Rajagaluh

13.  Pola Tanam : Padi – Padi – Palawija

Jumat, 06 November 2015

Petugas Pintu Air


·         Operasi
Ø  Membuka dan menutup pintu air sehingga debit yang mengalir sesuai perintah juru pengairan
·         Pemeliharaan
Ø  Memberi minyak pelumas pada pintu air
Ø  Melaksanakan pengecatan pintu dan rumah pintu secara periodik
Ø  Membersihkan endapan sampah di sekitar bangunan sadap/bagi-sadap dan disekitar alat pengukur debit
Ø  Mencatat kerusakan bangunan air dan pintu air pada blanko pemeliharaan

Ø  Memelihara saluran sepanjang 50 meter di sebelah hilir bangunan sadap tersier